Minggu, 14 Januari 2018

Partisipasi Perempuan dalam Industri Rendah
“ANALISIS KASUS”






Disusun oleh :
Veronica Julia Irawan
(1721200092)
Dosen Pembimbing:
Charisma Ayu Pramuditha , B.TechMgt.MHRM


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data Palembang (STIE.MDP)
PALEMBANG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersun hingga selesai. Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah ini agar menjadi lebih baik lagi
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.



Palembang, januari 2018


Penyusun
(Veronica Julia Irawan)




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
      

 


Sains melandasi perkembangan teknologi, sedangkan teknologi menunjang perkembangan sains.Sains terutama digunakan untuk aktivitas discovery dalam upaya memperoleh penjelasan tentang objek dan fenomena alam serta untuk aktivitas invention (penemuan) berupa rumus-rumus. Sedangkan teknologi merupakan aplikasi sains yang terutama dalam kegiatan invention, berupa alat-alat atau barang-barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, pengembangan sains tidak selalu dikaitkan dengan aspek kebutuhan masyarakat, sedangkan pengembangan teknologi selalu dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian sains, teknologi dan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan
Analisis kasus yang saya dapatkan adalah kurangnya minat perempuan dalam keterlibatan industri berbasis sains, teknologi, rekayasa dan matematika (STEM). Minat perempuan menuntut ilmu di bidang STEM  relatif tinggi, tetapi minat bekerja di sektor itu masih rendah.
 Tim Chief  Operating Officer Sastra Asia, menggambarkan industri STEM kompleks. Membuat perempuan memilih tak terlalu terlibat, apalagi ada tekanan sosial terkait peran sebagai ibu rumah tangga. CEO Female Daily Network mengatakan, orang tua berperan penting dalam mendukung anak perempuan untuk terjun di jalur STEM sejak dini. 68% anak perempuan menganggap orang tua menjadi penentu utama mereka berkarir di industri STEM

 1.2        Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik beberapa permasalahan :
1.  Rendahnya minat perempuan untuk bekerja di bidang STEM dengan faktor pendukung sebagai peran ibu rumah tangga. Maka, peluang bisnis pun tidak bisa digali dikarenakan perempuan yang lebih tau dalam masalah kebutuhan.
2.  Kurangnya ketertarikan perempuan pada teknologi, karena sebagian besar perempuan menganggap bahwa teknologi merupakan hal yang rumit.

1.3     Rumusan Masalah
1.   Apa yang menyebabkan sebagian besar permpuan tidak memilih Industri STEM sebagai pekerjaannya ?
2.  Mengapa teknologi Industri STEM dikatakan rumit ?
3.  Bagaimana cara Industri STEM terlihat mudah dikalangan perempuan?


BAB 2
ANALISIS KASUS

2.1 Kronologis Kasus
Keterlibatan perempuan Indonesia dalam industri berbasis STEM tidak mencerminkan ketimpangan jender secara global. Faktor budaya seperti streotip terkait peran perempuan di sektor yang dikesankan maskulin dan tekanan sosial menjadi tantangan.Hasil studi dilakukan Microsoft Asia tahun 2017 menyebut, 3 perempuan dari 10 peneliti berbasis STEM di dunia. Riset sama menyebutkan hanya 1 perempuan dari 5 pekerja profesional di industri STEM, dikarenakan sebagian besar perempuan di Indonesia kurang mengetahui apa itu STEM. Itulah yang membuat perempuan mengatakan sangat sulit untuk bekerja di dunia berbasis industri STEM.
IT Director Coca-Cola Amatil Indonesia, juga menyatakan kecenderungan itu juga ditemui di Indonesia. Minat perempuan menuntut ilmu di bidang STEM relatif tinggti, tetapi minat bekerja di sektor itu masih rendah. Hal itu dikarenakan adanya tekanan sosial terkait peran sebagai ibu rumah tangga. Padahal, orang tua sangat berperan penting dalam mendukung anak perempuan untuk terjun di jalur STEM sejak dini, anak perempuan menganggap orang tua menjadi penentu utama mereka berkarir di industri STEM.
Sebenarnya, perempuan lah yang bisa menghasilkan peluang bisnis yang baik. Mengapa? Karena perempuan lebih tau tentang kebutuhan mereka di masa sekarang dan yang akan datang. STEM juga merupakan dunia maskulin yang perlu dikenalkan kepada sosok perempuan sebagai panutan dan inspirasi bagi perempuan lain di Indonesia.

2.2 Analisis Kasus
Dilihat dari kronologis di atas, dapat disimpulkan bahwa permasalahannya adalah sebagian besar perempuan di Indonesia kurang mengetahui apa itu Industri STEM. Sebagian besar perempuan menganggap industri STEM merupakan pekerjaan yang sulit. Padahal jika mereka melihat lebih dalam kelebihan dari industri STEM, yaitu sebagai contoh:
·   Pemanfaatan sains dan teknologi, secara tepat dapat lebih mempermudah proses pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
·   Sains dan teknologi dapat memberikan suatu inspirasi tentang perkembangan yang ada di Indonesia.

Dari kelebihan di atas, maka mereka akan lebih tertarik untuk terjun kedunia Industri STEM. Akan tetapi permasalahannya adalah mereka tidak tahu sama sekali betapa penting nya STEM, karena kurangnya perngetahuan.
          Partisipasi rendah ini harus perlu lebih dikenalkan dengan sosok perempuan sebagai panutan dan inspirasi bagi perempuan lain di Indonesia. Contoh lain dari kegiatan tersebut adalah mereka seharusnya membuat sekolah bagi anak yang ingin mempelajari dunia sains dan teknologi, juga memberikan wawasan luas dalam dunia kerja berbasis sains dan teknologi bagi remaja agar mudah berkarir di dunia STEM.
















BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
kesimpulan singkat terkait STEM. Pertama, adalah teknologi yang maskulin penting dilakukan untuk menarik partisipasi perempuan dalam bidang STEM. Kedua, dukungan dari orang tua sangat penting bagi anak untuk menempuh pendidikan di bidang STEM. Ketiga, sosialisasi pentingnya perempuan masuk dalam bidang STEM perlu melibatkan banyak pihak, pemerintah, swasta serta institusi pendidikan dan perlu diperkenalkan sejak tingkat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama : Veronica Julia Irawan Npm : 1721200092 Mata Kuliah : Komunikasi Bisnis Pengertian komunikasi bisnis             Ko...